Setelah satu bulan terjebak dalam eskalasi konflik yang diciptakan sendiri terhadap Iran, Presiden Donald Trump menghadapi dilema berat atau "buah simalakama" antara meluncurkan invasi darat yang berisiko tinggi atau mundur dengan label "penakut" sebagaimana istilah "TACO" (Trump Always Chicken Out) yang dilabeli publik dan media AS kepadanya.
Dalam laporan CNN, Minggu (29/3/2026) sejak perang Trump terus memanipulasi narasi kemenangan sepihak dan klaim negosiasi palsu demi menstabilkan pasar saham dan harga minyak, namun fakta di lapangan menunjukkan militer Iran masih mampu memberikan perlawanan sengit di Selat Hormuz hingga pangkalan militer di kawasan Teluk.
Opsi serangan darat ke titik vital seperti Pulau Kharg dinilai para analis sangat berbahaya dan berpotensi menjerumuskan Amerika Serikat ke dalam "perang abadi" baru yang melanggar janji politik Trump serta menguras ekonomi negara.
Di sisi lain, jika Trump memilih mundur, ia tidak hanya kehilangan kredibilitas dan membiarkan pengaruh nuklir Iran menguat, tetapi juga meninggalkan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk dalam posisi rentan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Sacrifices - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #iran #amerika #iranvsamerika #iranperang