Memasuki satu bulan perang, Iran seakan tak kehabisan rudal dan drone untuk menggempur Israel dan pangkalan militer AS di Teluk. Pesawat rada AWACS E-3 AS tinggal rangka di Arab Saudi, sedangkan kota pusat energi Haifa di Israel Utara dihantam rudal dalam serangan terbaru, Senin (30/3/2026).
Iran memang menembakkan lebih sedikit rudal, turun dari 167 rudal di hari pertama menjadi hanya empat rudal di hari ke-15. Tapi tingkat keberhasilan serangannya justru meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 10 Maret.
Kuncinya ada pada dua taktik yakni desentralisasi peluncur bergerak yang mempersulit deteksi AS-Israel dan perluasan target serangan ke puluhan titik sekaligus yang memecah fokus pertahanan musuh.
Iran juga mengubah isi rudalnya. Iran kini menggunakan hulu ledak tandan berat hingga satu ton yang mampu melepaskan 20 hingga 80 bom kecil sekaligus di udara, menjadikannya sangat sulit dicegat.
Di sisi lain, stok amunisi pertahanan AS-Israel justru semakin kritis di mana sepertiga persediaan THAAD AS sudah habis dan butuh 3-8 tahun untuk pulih. Sementara Arrow-3 Israel diperkirakan sudah habis akhir Maret 2026 dan memaksa Israel mengandalkan David's Sling serta Iron Dome yang terbukti tidak mampu menghadapi rudal jarak menengah Iran.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #iran #amerika #iranvsamerika #iranperang