Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkap komunikasi langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk merespons konflik di Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya diplomasi agar kepentingan Malaysia, termasuk jalur energi, tetap aman di tengah eskalasi.
Malaysia secara terbuka mengecam serangan Israel yang didukung Amerika Serikat serta menyampaikan duka atas korban sipil dan pejabat Iran.
Malaysia mengutuk keras segala tindakan yang menyasar warga sipil karena jelas melanggar hukum internasional, prinsip kemanusiaan, dan nilai keadilan, tegas Anwar dalam pernyataan di akun X-nya, Jumat (27/3/2026).
Dalam komunikasi tersebut, Iran disebut siap membuka jalur perundingan dengan syarat penghentian perang secara menyeluruh.
Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Negeri Jiran di tengah masa sulit.
"Iran tidak akan pernah melupakan sikap dukungan Malaysia di masa-masa sulit," tulis Kedubes Iran di Malaysia melalui unggahan di X, Jumat.
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta
~R #Malaysia #Iran #Cut