Ribuan warga di Denpasar memadati jalanan, Rabu (18/03), dalam arak-arakan ogoh-ogoh saat perayaan Pengerupukan jelang Nyepi. Patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala diarak keliling desa dengan bunyi-bunyian dan obor sebagai simbol penetralisir energi negatif. Di tengah kemeriahan itu, sebagian ogoh-ogoh dibuat dari limbah plastik, membawa pesan tentag krisis sampah.