KOMPAS.TV - TNI melakukan pergantian jabatan Kepala BAIS, buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras yang melibatkan empat anggota TNI.
Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (KabaIS TNI) sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus penyiraman air keras.
Posisi KabaIS TNI sebelumnya dijabat oleh Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, yang dilantik pada 22 Maret 2024 lalu.
Namun, belum diumumkan siapa pengganti Kepala BAIS TNI yang baru.
Sebelumnya, TNI mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras adalah empat anggota TNI yang berdinas di Badan Intelijen Strategis.