:

Dari Istiqlal ke Katedral, Menag: Pilihan Kata Cerminkan Kedewasaan Beragama | SATU MEJA

1 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Agama, Prof. KH. Nasaruddin Umar mengatakan Indonesia memiliki modal dasar berupa budaya maritim yang membentuk karakter masyarakat lebih terbuka dan egaliter.

Ia mencontohkan relasi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta. Alih-alih menyebut “berseberangan”, ia memilih istilah “bertetanggaan” yang dinilai lebih mencerminkan kedekatan dan hubungan yang harmonis.

“Memilih kosa kata itu punya dampak psikologis. Bertetangga itu ada silaturahmi, bukan sekadar posisi yang berlawanan,” jelasnya.

Lebih jauh, Menag menilai masyarakat Indonesia cenderung mengedepankan principle of identity atau titik temu, dibandingkan principle of negation yang menonjolkan perbedaan.

Hal ini, menurutnya, menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam konteks perbedaan penetapan awal Ramadan, Nasaruddin melihat adanya peningkatan kedewasaan masyarakat.

“Kematangan beragama itu mengecilkan arti perbedaan, tapi membesarkan arti persamaan,” tegasnya.

 

#menag #nasaruddinumar #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/659008/dari-istiqlal-ke-katedral-menag-pilihan-kata-cerminkan-kedewasaan-beragama-satu-meja

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke