Gelombang serangan siber dilaporkan meningkat setelah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sejumlah perusahaan keamanan mencatat adanya aktivitas peretasan yang menyasar warga sipil, terutama melalui metode penipuan digital yang memanfaatkan kepanikan situasi perang.
Salah satu modus yang terungkap adalah peniruan aplikasi darurat milik militer Israel, yakni Home Front Command app. Aplikasi ini biasa digunakan masyarakat untuk menerima peringatan serangan udara dan kondisi darurat.