MALANG, KOMPAS - Ladu adalah jajanan tradisional yang berasal dari Desa Gunungsari, Kota Batu. Kue ladu terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dan ditumbuk serta dicampur dengan gula. Cara pembuatan ladu ini juga masih tradisional. Adonan ladu yang sudah halus dijemur lalu dioven hingga mengembang seperti kerupuk.
Sri Rahayu, salah satu pembuat kue ladu, bilang ladu sendiri memiliki makna langgeng seduluran atau persaudaraan yang abadi. Ladu kerap dijadikan hantaran atau disuguhkan saat momen Lebaran. Sri menjelaskan dirinya adalah generasi ketiga pembuat ladu.
Mendekati Lebaran seperti saat ini, dirinya cukup kewalahan menyelesaikan pesanan ladu dari para pelanggannya. Maraknya media sosial juga membuat eksistensi kue ladu menyebar hingga luar kota. Maka tak heran jika pesanan kue ladu ini banyak berdatangan dari luar kota.
'Nyatanya kalo hari biasa cuma 10 kh, namun kalo lebaran bisa sampai 25 kg, produksinya sebelum Famadan, kalo.Ramadan tidak mencukupi." Kata Sri.
Jika di hari biasa, Sri memasak 8 kilogram bahan baku untuk ladu, namun di bulan Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, Sri bisa memasak hingga 25 kilogram bahan baku ladu.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/657511/mengenal-ladu-jajanan-tradisional-khas-hari-raya-dari-kota-batu-yang-miliki-makna-mendalam