:

Kesaksian Zulfan Lindan dari Iran: Kematian Ali Khamenei Picu Ketegangan Perang | ROSI

3 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu WNI yang ikut dievakuasi dari Iran, Zulfan Lindan, menceritakan suasana batin yang ia rasakan saat konflik pecah.

Menurut Zulfan, ketegangan yang ia rasakan bukan semata karena perang, melainkan kabar meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Zulfan Lindan mengatakan, kabar kematian Ali Khamenei menjadi momen yang paling mengguncang secara emosional.

Ia mengaku, saat itu suasana terasa tidak biasa ketika jutaan orang tiba-tiba turun ke jalan di kawasan Enghelab yang disebutnya mirip kawasan Monas di Jakarta.

Awalnya, ia dan warga lain belum mengetahui penyebab kerumunan tersebut.

Baru sekitar satu jam kemudian, televisi menampilkan tulisan duka: Innalillahi wa inna ilaihi raji’un Ali Khamenei.

Saat itulah ia menyadari situasi akan berkembang menjadi krisis besar.

Kabar tersebut juga memicu diskusi di antara warga negara Indonesia yang berada di Iran.

Sebagian menilai konflik berpotensi berlangsung lama sehingga mulai mempertimbangkan evakuasi.

Bahkan, beberapa WNI sempat mengajak Zulfan Lindan untuk melakukan evakuasi mandiri.

 

Bagaimana menurut Anda? 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/X3mKcJSGjDU 

#iran #israel #indonesia

 

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/656533/kesaksian-zulfan-lindan-dari-iran-kematian-ali-khamenei-picu-ketegangan-perang-rosi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke