KOMPAS.TV - Putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru. Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Bagaimana negara-negara Timur Tengah merespons terpilihnya Mojtaba? Akankah pemimpin baru ini membawa Iran lebih agresif melawan Amerika Serikat? Dan bagaimana negara-negara lain bisa membuat Amerika Serikat, Israel, dan Iran menghentikan perang?
Pertanyaan-pertanyaan ini dibahas bersama narasumber, antara lain pengamat Timur Tengah Mustafa Abdul Rahman dan pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.