KOMPAS.TV - Bursa saham di kawasan Asia mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia hingga melampaui 100 dolar AS per barel.
Gejolak pasar ini dipicu gangguan pasokan energi akibat pecahnya perang di Iran yang menimbulkan kekhawatiran global. Kondisi tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar di berbagai negara Asia.
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, dilaporkan anjlok lebih dari 6 persen sesaat setelah perdagangan dibuka.
Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent melonjak hingga 107,97 dolar AS per barel. Harga tersebut menjadi level tertinggi dalam lebih dari tiga setengah tahun terakhir.